Saturday, February 26, 2011

Ketika Cinta Tidak bisa bersatu dalam sebuah Pernikahan


Inilah yang kadang menjadi kisah manusia yang penuh kepiluan namun sangat indah bila dibayangkan dan dirasakan. ehem….kenapa demikian ? ketika dua insan saling mencintai pasti akan muncul rentetan aktivity berupa menyayangi dan mengasihi. dan ketika itu terhalang oleh syari’at dan adat maka itu sangat menyedihkan karana harus memendamnya dalam-dalam di dalam jiwa.hanya menarik nafas panjabg ketika mengingat yang dicintainya kemudian melepasnya dengan ucapan istighfar.

sungguh menghayat hati jika tidak dapat merealisasikannya. Kenapa sedemikian ?

1. kerana terhalang oleh syara’ di atas.

2. kerana pernikahan itu adalah ketentuan dan ketetapan Allah yang berkaitan dengan jodoh manusia.

kalau yg pertama itu masih boleh diselesaikan dengan pernikahan. namun bagaimana kalau bukan jodoh ? ini yg menjadi masalah..

Teman...

aku tahu itu sangat pahit dan pilu. namun keimanan hanya keimanan sebagai ubatnya. kepercayaan kita pada qado dan qadar Allah itu yang harus kita selami. bahwa apa yang Allah tetapkan untuk kita itu adalah yang terbaik dalam hidup kita.

Ingatlah ayat Al Qur’an,

“Diwajibkan atas kamu berperang,padahal itu tidak menyenangkan bagimu. tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal tidak bagimu. Allah mengetahui,sedangkan kamu tidak mengetahui”

( Al Baqarah : 216)

dari ayat itu kita tahu bahwa hanya Allah yang tahu tentang semua kebaikan dalam hidup kita. kerana semua urusan manusia Allah yang menciptakannya untuk itu Allah lah yang Mengetahui jalan keluarnya.

Teman..

jika engkau mencintainya maka serahkanlah cinta itu kepada Allah SWT. kembalikan kepadaNya biarlah Allah yang mengaturnya. jika ia baik bagimu bagaimana keadaannya nanti pasti akan dipertemukan dan disatukan dalam naungan akad yang penuh sakinah, mawadah warahmah.

dan sesungguhnya menjadi peringatan beribu kali buat diri ini..:')

-Di Atas Sejadah Cinta-


Wednesday, February 9, 2011

Ketenangan..datanglah padaku..:(




Setiap hari kita ketawa. Setiap hari kita jumpa kawan. Setiap hari kita dapat apa yang kita nak.

Tapi..kenapa hati kita tak gembira?

Kita sembahyang setiap hari. Kita berdoa selalu pada Allah. Kita mintak sungguh-sungguh pada Allah. Tapi..kenapa susah sangat doa kita nak makbul? Sedangkan Allah ada berfirman. "Berdoalah pada Ku, nescaya akan Ku kabulkan...,"

Apa masalah kita?

Hati kita tak gembira sebab kita tak pernah bersyukur dengan apa yang kita ada. Kita tak pernah nak menghargai setiap nikmat yang kita dapat. Kita asyik memikirkan benda yang kita tak ada, sampai kita lupa melihat nikmat sekeliling kita.

Kita berdoa, tapi kenapa payah sangat doa kita Allah nak makbulkan?

Sebab kita asyik meminta pada Allah, tapi kita tak pernah mintak ampun pada Allah, sedangkan dosa-dosa kita terlampau banyak pada Allah. Alangkah tidak malunya kita. Kita merintih, kita merayu agar Allah makbulkan doa kita. Tapi, lepas kita dapat kesenangan kita lupa pada Allah, kita tak bersyukur pada Allah. Bila dah datang kesusahan, baru nak ingat Allah balik. Baru nak menangis, merintih..minta Allah pandang kita. Macam mana Allah nak makbulkan doa kita?

Cuba kita renung diri kita. Cuba hitung, berapa kali kita sebut kalimah syukur dalam satu hari? Tak payah seminggu, cukuplah sehari sahaja. Berapa kali agaknya? Itupun kalau ada sebut la..

Pernah kita bangun malam, solat sunat...solat tahajud..solat taubat? Pernah? Ada...waktu zaman sekolah dulu. Itupun, lepas kene ketuk dengan warden, suruh bangun. Lepas tu...ada? Ada...time dah nak exam...waktu rasa result macam ada aura nak fail. Siap buat solat hajat lagi! Lepas dapat result tu, ada tak buat sujud syukur? Hmm...entah la, tak ingat pulak.

Hari-hari kita buat baik. Kita tolong orang. Kita sedekah dekat orang. Kita buat macam-macam. Tapi kenapa kita tak dapat nak rasa kemanisan setiap perbuatan yang kita lakukan tu? Hati kita tetap jugak tak tenang. Kenapa ye? Sebab dalam hati kita tak ada sifat ikhlas. Mulut cakap ikhlas, hati kata lain. Macam mana tu? Kita tolong orang sebab nak harapkan balasan. Nakkan pujian. Nakkan nama. Kita riak dengan setiap kebaikan yang kita buat. Macam mana hati nak tenang? Bila dapat kejayaan, kita bangga dengan apa yang kita ada. Mula nak menunjuk-nunjuk dekat orang. Sampai lupa siapa sebenarnya yang bagi kejayaan tu dekat kita.

Alangkah tidak malunya kita..., Allah ciptakan kita sebagai khalifah di bumi ni. Kitalah sebaik-baik kejadian yang Allah pernah ciptakan sehinggakan semua makhluk sujud pada bapa kita, Nabi Adam kecuali Iblis Laknatullah. Betapa Allah muliakan kejadian manusia. Tapi, kita sendiri tidak memelihara diri kita. Kita lupa tanggungjawab kita sebagai hamba. Kita lupa kepada yang mencipta diri kita. Bahkan, kita alpa dengan nikmat yang ada. Nabi Muhammad s.a.w, pada saat malaikat ingin mencabut nyawa Baginda, Baginda masih memikirkan umat-umatnya. Ummati! Ummati! Sampai begitu sekali sayang Rasulullah pada kita. Tapi kita....? Kita lupa pada Baginda Rasul. Berat benar lidah kita nak berselawat ke atas baginda. Macam mana hati kita nak tenang?

Lembutkanlah hati kita. Tundukkan lah diri kita pada Allah. Bersyukur dengan nikmat yang Allah pinjamkan pada kita. Semua itu tidak akan kekal. Bila-bila masa Allah boleh tarik balik semua itu. Ikhlas kan lah hati dalam setiap perkara yang kita buat.

Sesungguhnya, hanya Allah sahaja yang berkuasa menilai keikhlasan hati kita. Insya Allah, kita akan dapat merasai kelazatan halawatul iman itu sendiri. Tenanglah dikau wahai hati...

-Abu Hanifah-