Inilah yang kadang menjadi kisah manusia yang penuh kepiluan namun sangat indah bila dibayangkan dan dirasakan. ehem….kenapa demikian ? ketika dua insan saling mencintai pasti akan muncul rentetan aktivity berupa menyayangi dan mengasihi. dan ketika itu terhalang oleh syari’at dan adat maka itu sangat menyedihkan karana harus memendamnya dalam-dalam di dalam jiwa.hanya menarik nafas panjabg ketika mengingat yang dicintainya kemudian melepasnya dengan ucapan istighfar.
sungguh menghayat hati jika tidak dapat merealisasikannya. Kenapa sedemikian ?
1. kerana terhalang oleh syara’ di atas.
2. kerana pernikahan itu adalah ketentuan dan ketetapan Allah yang berkaitan dengan jodoh manusia.
kalau yg pertama itu masih boleh diselesaikan dengan pernikahan. namun bagaimana kalau bukan jodoh ? ini yg menjadi masalah..
Teman...
aku tahu itu sangat pahit dan pilu. namun keimanan hanya keimanan sebagai ubatnya. kepercayaan kita pada qado dan qadar Allah itu yang harus kita selami. bahwa apa yang Allah tetapkan untuk kita itu adalah yang terbaik dalam hidup kita.
Ingatlah ayat Al Qur’an,
“Diwajibkan atas kamu berperang,padahal itu tidak menyenangkan bagimu. tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal tidak bagimu. Allah mengetahui,sedangkan kamu tidak mengetahui”
( Al Baqarah : 216)
dari ayat itu kita tahu bahwa hanya Allah yang tahu tentang semua kebaikan dalam hidup kita. kerana semua urusan manusia Allah yang menciptakannya untuk itu Allah lah yang Mengetahui jalan keluarnya.
Teman..
jika engkau mencintainya maka serahkanlah cinta itu kepada Allah SWT. kembalikan kepadaNya biarlah Allah yang mengaturnya. jika ia baik bagimu bagaimana keadaannya nanti pasti akan dipertemukan dan disatukan dalam naungan akad yang penuh sakinah, mawadah warahmah.
dan sesungguhnya menjadi peringatan beribu kali buat diri ini..:')
-Di Atas Sejadah Cinta-



